personal entry #2
Lagi banyak yang ingin disampaikan. So here it is, personal entry #2.
Been following the mini-series since the first episode. Ada line milik Nic yang menarik. Something like: “ini kisah kita, Mar, yang tak saling mencari tapi saling menemukan.” Ketika mendengar Nic ngomong begitu, gue langsung menghela napas. “Enak banget ya, nggak perlu mencari tapi saling menemukan,” gue membatin.
Lalu gue berpikir, “apa bisa menemukan tanpa mencari?”
Arin kemudian berkata, “ya, bisa. Lo bisa kan bilang ‘gue nemu batu di jalan’ tanpa sebelumnya lo mencari batu itu?”
Alline dibungkam oleh dirinya sendiri.
Gue jadi teringat tentang sebuah kutipan yang bunyinya:
“Tak ada yang lebih baik selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan, sama-sama berhenti karena telah selesai mencari. Tak akan ada yang akan pergi, sebab tahu bagaimana sulitnya mencari.”
Entah mengapa, untuk beberapa saat, gue lebih memilih yang kedua. Mungkin karena menurut gue lebih realistis aja, kali ya…
(….tapi nemu duit di jalan tanpa lo mencarinya juga mungkin, kok.)
Pikiran itu menyadarkan gue bahwa gue punya kecenderungan untuk mengambil jalan yang sulit dibanding yang mudah. Idealnya begitu, kan? Namun dalam prakteknya, tentu saja orang selalu cenderung mencari jalan yang lebih mudah.
Kenapa ya gue cenderung memilih pilihan yang lebih berat, terutama dalam masalah-masalah penting dalam hidup?
Hmmmmm…. I wonder why…