March Favorites

A(n) journal published on

Bulan Maret berlalu begitu cepatnya, padahal kukira akan sulit melalui bulan itu. Ya, memang jika sudah berlalu, 744 jam yang telah lewat rasanya seperti sekejap saja. Even though March was indeed harsh, there’s a lot to love about it! Here are my favorites from the third month of 2018!

Musik

Ini daftar lagu yang kutemukan di bulan Maret 2018 dan kusuka banget!

https://open.spotify.com/embed/user/hanifalleya/playlist/0cqwV4uRFB8fyQDJr9FuDXMonita Tahalea dan Danilla Riyadi adalah dua penyanyi Indonesia yang paling kusuka. Kali ini, mereka sama-sama ikut nyanyi dalam album tribute to Candra Darusman, seorang personil kelompok musik jazz Chaseiro yang dulu ngehits banget di UI. Dulu sempat lihat konser Chaseiro di TVRI, dan after taste-nya bagus. Nah, sayangnya setelah nonton, lupa di-follow up lagi dengan ngubek-ngubek Youtube. Akhirnya sekarang Demajors merilis album Detik Waktu: Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman.

Selain itu, thanks to Spotify, aku menemukan lagu dari Rina Sawayama yang ternyata sekarang adalah bagian 88rising :o. Pertama kali dengar lagunya yang Valentine, sebelum akhirnya menemukan Cyber Stockholm SyndromeI’m very into 1990s-early 2000s music dan di Cyber Stockholm Syndrome kerasa banget sih hawa era tersebut. Walau gaya lawas, tapi liriknya sangat bisa dipahami oleh manusia jaman sekarang.

Bulan ini, aku juga menemukan lagu dari seorang penyanyi Thailand, Earth Patravee. #MusikAsikASEAN banget, ya. Agak susah, sih, bagiku untuk mendengarkan lagu dalam bahasa Thailand. Karena nggak sering nemu, jadi belum terbiasa juga mendengarnya. Beda sama bahasa Tagalog yang memang udah banyak di library Spotify-ku. Lagu Timehop ini ada versi bahasa Thailand-nya, hanya saja aku lebih sreg dengerin yang versi bahasa Inggris (soalnya bisa sambil ikut nyanyi :'''))

Momen

Satu/ Di awal bulan Maret, aku berkesempatan ngumpul lagi sama teman-teman terdekatku yang telah menemaniku menjalani naik-turunnya kehidupan selama menjadi mahasiswa. Kami berkumpul di Taman Lingkar Perpusat yang, contrary to popular belief, enak banget dijadikan tempat ngobrol siang-siang. We did a lot of catch up and as an introvert, surrounded by few very close friends really helped me going through bad days.

My loves.

Dua/ Secara tiba-tiba bertemu dengan Ibu Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi ketika aku hendak kembali ke lantai tempatku magang setelah selesai sholat. Bukan bertemu, sih. Melihat. Dari samping dan belakang. Beliau sedang diwawancarai oleh Sarah Sechan, mungkin untuk acara talkshow-nya yang di NET. itu. Mungkin kalau bagian itu sampai ditayangkan, kalian bisa lihat aku berjalan sambil lirik-lirik ke Ibu Retno. Hahaha. My Indonesian women crush! 

Baru sadar kalau selama bulan Maret, aku nggak banyak melakukan hal asyik, ya. :( Semoga hidupku di bulan April ini bisa lebih asyik~~